Kapan sebaiknya Anda datang? Kebanyakan orang sampai pada pertanyaan itu sambil mengejar satu gambaran saja — bunga sakura, atau daun maple yang begitu merah hingga tampak bercahaya dari dalam. Minggu-minggu itu memang layak dengan segala ketenarannya. Tapi Jepang tidak menyimpan kehangatannya hanya untuk dua momen singkat dalam setahun, dan mematok seluruh perjalanan pada satu ramalan cuaca bisa diam-diam membuat Anda kehilangan musim-musim lain negeri ini. Ada sesuatu yang bisa dirasakan di setiap musimnya.
Halaman ini disusun berdasarkan bagaimana rasanya setiap musim, bukan sekadar apa yang bisa difoto. Musim panas berarti festival, kembang api, dan udara panas yang disambut warga lokal dengan ritual-ritual kecil mereka sendiri. Minggu-minggu musim hujan yang sering membuat pelancong ragu justru membuat lumut dan bunga hydrangea tampak bercahaya, sementara keramaian menyusut hingga hampir tak terasa. Musim dingin membawa lampu-lampu hias, onsen yang tenang, dan Tahun Baru yang maknanya jauh lebih dalam di sini daripada sekadar tanggal di kalender. Dan di sepanjang semua itu, kami menunjukkan bukan hanya apa yang sedang berlangsung, tetapi juga bagaimana perasaan orang Jepang terhadap keramaian dan kebiasaan di setiap musimnya — bagian yang mengubah sekadar melihat-lihat menjadi benar-benar memahami.
Di bawah ini, sebuah indeks yang selalu relevan mengumpulkan kisah-kisah musim kami, sehingga selalu ada sesuatu untuk direncanakan, apa pun bulan kedatangan Anda, dengan sebuah bilah kecil di bagian atas yang menunjukkan apa yang sedang berlangsung tepat di sekitar waktu kunjungan Anda. Sesuaikan perjalanan Anda dengan suasana yang Anda cari, bukan hanya satu foto yang dikejar semua orang, dan Anda mungkin akan menemukan negeri ini pada wujud paling aslinya di musim yang tidak pernah terpikir untuk Anda pilih — dan diam-diam bersyukur telah datang tepat pada waktunya.
Bagaimana perasaan orang-orang di sini terhadap setiap musim bukanlah dugaan kami. Semuanya bersandar pada 35,435 suara asli yang kami kumpulkan dari percakapan publik warga Jepang, disortir dan dihitung secara manual, dan ditampilkan persis seperti yang diungkapkan — sebuah catatan dari sumber langsung, bukan survei.